Telkom DigiUp 2025: Pelajaran untuk Sertifikasi Konstruksi

Telkom DigiUp 2025 menghadirkan skema baru dan penyaluran kerja. Pelajari perkembangan terbarunya dan pelajaran bagi jalur sertifikasi konstruksi.

Tim Editorial Lspkonstruksi.com 05 Nov 2026 9 min read
Telkom DigiUp 2025: Pelajaran untuk Sertifikasi Konstruksi

Anda mengikuti perkembangan program sertifikasi digital untuk siswa SMK. Di satu sisi, program seperti telkom digiup menawarkan pelatihan, uji kompetensi, dan sertifikasi BNSP secara gratis. Di sisi lain, Anda mengelola tenaga kerja konstruksi yang menghadapi tuntutan serupa: bukti kompetensi, verifikasi portofolio, dan masa berlaku sertifikat. Pertanyaannya, apa yang bisa dipelajari dari cara telkom digiup berjalan?

Telkom DigiUp bukan program konstruksi. Ia bergerak di bidang teknologi digital. Namun model telkom digiup relevan: pelatihan berstandar industri dipadukan dengan sertifikasi kompetensi nasional dan pembelajaran berbasis proyek. Model ini menjawab persoalan yang juga dihadapi sektor konstruksi, yaitu kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri.

Artikel ini memetakan perkembangan terkini telkom digiup, skema baru yang diperkenalkan, serta pelajaran yang bisa diterapkan pada jalur sertifikasi konstruksi. Fokusnya bukan membandingkan sektor secara dangkal, melainkan menarik prinsip yang bisa dipakai untuk menyiapkan tenaga kerja bersertifikat.

Poin Kunci

  • Telkom DigiUp adalah program pelatihan dan sertifikasi kompetensi digital bagi siswa SMA/SMK yang menggabungkan pelatihan berstandar industri, sertifikasi BNSP, dan pembelajaran berbasis proyek.
  • Perkembangan terbaru menghadirkan skema DigiUp Ready for Industry yang menyalurkan lulusan langsung ke dunia kerja, serta penambahan kelas berbasis AI dan data science.
  • Prinsip yang bisa diadopsi jalur sertifikasi konstruksi: verifikasi portofolio yang ketat, sertifikasi ulang yang terjadwal, dan keterlibatan asesor yang memahami praktik lapangan.
  • Perbedaan utama terletak pada sektor dan skema: DigiUp berfokus pada kompetensi digital, sedangkan sertifikasi konstruksi mengacu pada SKKNI sektor konstruksi dan regulasi jasa konstruksi.

Apa Itu Telkom DigiUp dan Perkembangannya Saat Ini

Telkom DigiUp adalah inisiatif peningkatan kompetensi digital bagi siswa SMA/SMK di seluruh Indonesia. Program telkom digiup memadukan pelatihan berstandar industri, sertifikasi kompetensi nasional, serta pembelajaran berbasis proyek. Penyelenggaranya adalah Social Responsibility Center Telkom bersama Yayasan Pendidikan Telkom.

Dalam tiga tahun terakhir, program ini menjangkau 16.197 peserta, meluluskan 2.783 peserta bersertifikasi, dan membantu 993 alumni memasuki dunia kerja, termasuk dari daerah terdepan, tertinggal, dan terluar. Evaluasi program menunjukkan nilai Social Return on Investment sebesar 1 berbanding 2,11, yang berarti setiap satu rupiah yang diinvestasikan menghasilkan manfaat sosial lebih dari dua rupiah.

Pengakuan datang dari ajang Asia ESG Positive Impact Awards 2025. Telkom meraih penghargaan pada kategori Relations to Local Communities setelah sebelumnya menjuarai Lestari Awards 2025. Penilaian dilakukan panel ahli dari lembaga internasional, dan program telkom digiup dinilai memberikan dampak sosial yang terukur.

Bagi Anda yang mengelola sertifikasi di sektor konstruksi, capaian ini bukan sekadar berita korporasi. Ia menunjukkan bahwa program sertifikasi yang dirancang rapi dapat menghasilkan dampak yang dapat dihitung, bukan hanya klaim. Prinsip pengukuran semacam ini juga dibutuhkan ketika perusahaan membuktikan efektivitas investasi pelatihan tenaga kerja konstruksi.

Skema Baru Telkom DigiUp 2025 dan Arah Penyaluran Kerja

Pada 2025, telkom digiup memasuki tahun keempat pelaksanaan. Pendaftar mencapai 2.425 siswa dari sekitar 150 sekolah di lebih dari 30 provinsi. Setelah proses seleksi, 1.200 peserta melanjutkan ke rangkaian pelatihan, dan pada akhirnya 1.319 talenta digital dinyatakan siap bersaing di industri.

Lima kelas pelatihan yang dihadirkan mencerminkan pergeseran kebutuhan industri: Digital Officer with AI, Python Data Science, Laravel Web Programmer, Cyber Security Officer, dan Digital Marketing. Kehadiran kelas berbasis AI dan data science menunjukkan bahwa telkom digiup menyesuaikan diri dengan tren teknologi, bukan bertahan pada kurikulum lama.

Perkembangan paling menonjol adalah skema baru bertajuk DigiUp Ready for Industry. Skema ini tidak berhenti pada pelatihan dan sertifikasi, tetapi menyalurkan lulusan langsung ke dunia industri. Sebanyak 300 lulusan SMK dibuka kesempatannya untuk bekerja di grup Telkom, khususnya di PT Persada Sokka Tama pada bidang BTS Selular. Tahap awal mencatat 60 orang yang masuk.

Bagi sektor konstruksi, pelajaran yang bisa diambil bukan pada jenis kelasnya, melainkan pada rantai nilainya. Pelatihan, uji kompetensi, sertifikasi, lalu penyaluran kerja. Rantai ini menutup celah yang sering terjadi dalam sertifikasi konstruksi, ketika tenaga kerja memiliki sertifikat tetapi tidak tersambung dengan proyek yang membutuhkan kompetensinya.

Mengapa Model Telkom DigiUp Relevan bagi Sertifikasi Konstruksi

Sertifikasi kompetensi di sektor konstruksi mengacu pada kerangka BNSP dan SKKNI sektor konstruksi, dengan regulasi yang lebih spesifik seperti UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. Meski berbeda payung, persoalannya mirip: memastikan bahwa sertifikat benar-benar mencerminkan kompetensi, bukan sekadar dokumen administratif. Di titik ini, telkom digiup memberi contoh yang bisa dipelajari.

Telkom DigiUp menempatkan sertifikasi sebagai bagian dari perjalanan, bukan tujuan akhir. Peserta menjalani pelatihan, mengerjakan proyek, lalu diuji. Pola ini sejalan dengan prinsip Verifikasi Portofolio dalam sertifikasi konstruksi, di mana asesor menelusuri bukti kerja, bukan hanya hasil akhir.

Program ini juga menekankan standar industri dalam kurikulum. Di sektor konstruksi, standar itu berbentuk SKKNI dan ketentuan teknis yang mengikat. Perbedaan bentuk tidak menghapus kesamaan logika: kompetensi harus diukur terhadap standar yang disepakati, bukan terhadap selera penyelenggara pelatihan.

Aspek lain yang relevan adalah keterlibatan lembaga yang memahami praktik. Telkom melibatkan Yayasan Pendidikan Telkom dan anak perusahaannya yang bergerak di bidang sertifikasi. Di konstruksi, peran serupa dijalankan lembaga sertifikasi profesi dan asesor yang memahami pekerjaan lapangan. Untuk memahami kerangka umum sertifikasi profesi, Apa Itu Sertifikat Profesi BNSP menyajikan penjelasannya.

Yang perlu dicatat, model telkom digiup tidak bisa disalin mentah-mentah. Sektor konstruksi memiliki risiko keselamatan yang lebih tinggi, regulasi yang lebih ketat, dan kebutuhan dokumentasi teknis yang lebih rinci. Namun prinsipnya—pelatihan, uji, sertifikasi, penyaluran—tetap dapat diadaptasi.

Perbandingan Jalur: Telkom DigiUp dan Sertifikasi BNSP Konstruksi

Perbandingan berikut tidak dimaksudkan untuk menilai mana yang lebih baik, melainkan memetakan perbedaan konteks agar Anda tidak salah menerapkan pelajaran dari telkom digiup.

Aspek Telkom DigiUp Sertifikasi BNSP Konstruksi
Sektor Teknologi digital Jasa konstruksi
Peserta utama Siswa SMA/SMK Tenaga kerja konstruksi dan lulusan teknis
Acuan skema Standar industri digital dan skema BNSP terkait SKKNI sektor konstruksi dan ketentuan jasa konstruksi
Penyaluran kerja DigiUp Ready for Industry Melalui badan usaha, proyek, dan pengadaan
Penekanan Keterampilan digital dan proyek Kompetensi teknis, keselamatan, dan dokumentasi

Perbedaan pertama menyangkut risiko. Kegagalan kompetensi di sektor digital umumnya berdampak pada produk atau layanan, sedangkan di konstruksi berdampak langsung pada keselamatan pekerja dan publik. Karena itu, sertifikasi konstruksi menuntut bukti yang lebih ketat dan penilaian yang lebih berlapis.

Perbedaan kedua menyangkut regulasi. Sertifikasi konstruksi bersinggungan dengan SBU, SKK, dan pengawasan pengadaan. Ini menciptakan lapisan verifikasi tambahan yang tidak selalu ditemukan di sektor digital. Untuk memahami ragam skema yang tersedia, Jenis Sertifikat Profesi BNSP Panduan Lengkap Dan Terbaru memetakan pilihannya.

Perbedaan ketiga menyangkut siklus karier. Lulusan SMK yang mengikuti telkom digiup memasuki dunia kerja dengan sertifikat yang baru. Di konstruksi, tenaga kerja sering berpindah proyek, sehingga sertifikat perlu dijaga keberlakuannya melalui Sertifikasi Ulang (Recertification). Prinsip pemeliharaan ini juga berlaku di sektor digital, tetapi tekanannya berbeda.

Verifikasi Portofolio dan Sertifikasi Ulang: Titik Temu dengan Telkom DigiUp

Di balik perbedaan sektor, ada dua titik temu yang layak diperhatikan. Pertama, verifikasi portofolio. Asesor tidak cukup melihat sertifikat pelatihan; ia menelusuri bukti bahwa peserta benar-benar mengerjakan pekerjaan yang diklaim. Di telkom digiup, bukti itu berbentuk proyek digital. Di konstruksi, bukti itu berbentuk dokumen teknis, laporan, dan rekam jejak pekerjaan.

Kedua, sertifikasi ulang. Kompetensi tidak bersifat permanen. Teknologi berubah, regulasi diperbarui, dan standar ditingkatkan. Program seperti telkom digiup memperbarui kurikulum setiap tahun untuk mengikuti kebutuhan industri. Di konstruksi, pembaruan itu diwujudkan melalui sertifikasi ulang dan pemeliharaan kompetensi.

Bagi tenaga kerja konstruksi, kesadaran akan siklus ini penting sejak awal. Sertifikat yang diperoleh hari ini memiliki masa berlaku dan syarat pemeliharaan. Mengabaikan hal itu berisiko membuat sertifikat kehilangan keberlakuannya tepat ketika dibutuhkan untuk tender atau penugasan proyek.

Ada pula dimensi etika. Dalam sertifikasi konstruksi, Kode Etik Profesi Konstruksi mengikat perilaku pemegang sertifikat. Prinsip serupa, meski berbeda bentuk, juga dijaga dalam program sertifikasi digital seperti telkom digiup melalui standar profesional dan integritas akademik.

Rekomendasi praktisnya: perlakukan sertifikasi sebagai siklus, bukan peristiwa tunggal. Mulai dari pemetaan skema, penyiapan bukti, uji kompetensi, hingga pemeliharaan. Dengan begitu, sertifikat tetap bermakna sepanjang karier.

Tips Menyiapkan Diri Menghadapi Sertifikasi BNSP

Pertama, pahami skema yang dituju. Setiap skema memiliki unit kompetensi dan bukti yang diminta. Membaca uraian skema membantu Anda menyiapkan dokumen yang relevan, bukan menumpuk berkas yang tidak diperlukan.

Kedua, dokumentasikan pekerjaan sejak sekarang. Bukti yang terkumpul rapi jauh lebih mudah diverifikasi daripada bukti yang dicari mendadak. Simpan catatan proyek, dokumen teknis, dan bukti keputusan dalam satu lokasi yang mudah diakses.

Ketiga, latih penjelasan teknis. Asesor sering mengajukan pertanyaan lanjutan untuk menguji pemahaman. Kemampuan menjelaskan alasan di balik keputusan teknis sama pentingnya dengan hasil pekerjaan itu sendiri.

Keempat, perhatikan masa berlaku dokumen pendukung. Sertifikat, surat keterangan, dan dokumen lain memiliki periode berlaku yang perlu dipantau. Menemukan dokumen kedaluwarsa di tengah proses menimbulkan komplikasi yang tidak perlu.

Kelima, jaga integritas. Jangan menggunakan dokumen yang belum terverifikasi atau memalsukan bukti. Risikonya bukan hanya kegagalan sertifikasi, tetapi juga sanksi dan kerusakan reputasi. Untuk memahami pentingnya kredibilitas dalam sertifikasi, Pentingnya Memiliki Sertifikasi BNSP Kemenaker Dalam Meningkatkan Kredibilitas Bisnis Anda membahas dampaknya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apakah telkom digiup sama dengan sertifikasi konstruksi?

Tidak. Telkom DigiUp adalah program pelatihan dan sertifikasi kompetensi digital bagi siswa SMA/SMK. Sertifikasi konstruksi mengacu pada SKKNI sektor konstruksi dan regulasi jasa konstruksi. Keduanya menggunakan kerangka BNSP, tetapi berbeda sektor dan skema.

Apa perkembangan terbaru telkom digiup pada 2025?

Program ini menghadirkan lima kelas pelatihan, termasuk Digital Officer with AI dan Python Data Science, serta skema baru DigiUp Ready for Industry yang menyalurkan lulusan langsung ke dunia kerja. Program juga meraih penghargaan Asia ESG Positive Impact 2025.

Pelajaran apa yang bisa diambil dari telkom digiup untuk sertifikasi konstruksi?

Prinsip pelatihan, uji kompetensi, sertifikasi, dan penyaluran kerja. Selain itu, pentingnya verifikasi portofolio, pembaruan kurikulum mengikuti kebutuhan industri, dan pengukuran dampak program secara terukur.

Apakah sertifikat BNSP berlaku selamanya?

Tidak. Sertifikat kompetensi umumnya memiliki masa berlaku dan mekanisme pemeliharaan. Pemegangnya perlu merencanakan sertifikasi ulang agar keberlakuan sertifikat tidak terputus saat dibutuhkan.

Kesimpulan

Telkom DigiUp menunjukkan bagaimana program sertifikasi yang dirancang rapi dapat menghasilkan dampak terukur: peserta terlatih, kompetensi teruji, dan lulusan tersalurkan ke industri. Perkembangan terbarunya menghadirkan kelas berbasis AI, skema penyaluran kerja, dan pengakuan internasional. Bagi sektor konstruksi, pelajaran dari telkom digiup bukan pada jenis teknologinya, melainkan pada disiplin merancang rantai nilai sertifikasi.

Langkah berikutnya adalah memetakan skema yang sesuai, menyiapkan bukti portofolio, dan merencanakan pemeliharaan sertifikat. Jika Anda memerlukan pendampingan untuk menyiapkan tenaga kerja menghadapi uji kompetensi dan sertifikasi BNSP di sektor konstruksi, konsultasikan kebutuhan Anda dengan tim yang memahami prosesnya, dengan tetap menjadikan pengalaman telkom digiup sebagai pembanding yang sehat.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan bukan merupakan nasihat profesional atas kasus spesifik. Artikel ini tidak menciptakan hubungan konsultan–klien. Untuk konsultasi mengenai sertifikasi kompetensi dan uji kompetensi konstruksi, hubungi lspkonstruksi.com.

Sumber & referensi

  • Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2018 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi — peraturan.bpk.go.id
  • Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi — peraturan.bpk.go.id
  • Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), informasi skema dan lembaga sertifikasi profesi — bnsp.go.id
  • Kementerian Ketenagakerjaan RI, informasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia — kemnaker.go.id
Bagikan Informasi: WhatsApp LinkedIn

Jaminan Kepatuhan & Kerahasiaan Korporasi

Informasi dalam publikasi ini disusun untuk edukasi & panduan resmi. Seluruh layanan pendampingan & konsultasi legalitas Lspkonstruksi.com dilaksanakan secara profesional, terakreditasi, dan mematuhi regulasi perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.