Sertifikat Kompetensi BNSP SERTIFIKAT IV BIDANG KANTOR DEPAN (GUEST SERVICES SUPERVISION) di KAB. PROBOLINGGO,JAWA TIMUR
⚡ BATCH TERBATAS! Raih Sertifikat BNSP SERTIFIKAT IV BIDANG KANTOR DEPAN (GUEST SERVICES SUPERVISION) di KAB. PROBOLINGGO,JAWA TIMUR dengan GARANSI LULUS 100%. Terbukti: 95% peserta naik gaji rata-rata 40% dalam 6 bulan. Biaya terjangkau, cicilan 0%, pelatihan weekend. Kuota tersisa 12 orang. Daftar sekarang sebelum terlambat! 📞 Konsultasi GRATIS.

Peta Layanan Sertifikat Kompetensi BNSP SERTIFIKAT IV BIDANG KANTOR DEPAN (GUEST SERVICES SUPERVISION) di KAB. PROBOLINGGO,JAWA TIMUR
Sertifikat Kompetensi BNSP SERTIFIKAT IV BIDANG KANTOR DEPAN (GUEST SERVICES SUPERVISION) di KAB. PROBOLINGGO,JAWA TIMUR - Sertifikat Kompetensi BNSP adalah pengakuan resmi atas keahlian seseorang di bidang tertentu, dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) di Indonesia.
Kenapa Sertifikat Kompetensi BNSP SERTIFIKAT IV BIDANG KANTOR DEPAN (GUEST SERVICES SUPERVISION) di KAB. PROBOLINGGO,JAWA TIMUR Penting?
Sertifikat Kompetensi BNSP SERTIFIKAT IV BIDANG KANTOR DEPAN (GUEST SERVICES SUPERVISION) di KAB. PROBOLINGGO,JAWA TIMUR adalah salah satu pengakuan resmi yang sangat penting dalam dunia kerja di Indonesia. Sertifikat ini dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan dirancang untuk membuktikan bahwa seseorang memiliki kompetensi yang dibutuhkan di bidang tertentu.
Jika Anda bekerja di sektor infrastruktur, terutama dalam proyek tertentu, sertifikat ini menjadi sangat krusial.
Sertifikat Kompetensi BNSP SERTIFIKAT IV BIDANG KANTOR DEPAN (GUEST SERVICES SUPERVISION) di KAB. PROBOLINGGO,JAWA TIMUR bukan sekadar dokumen biasa. Ini adalah jenis sertifikat KKNI yang menunjukkan bahwa pemegangnya telah memenuhi standar kompetensi nasional yang ditetapkan oleh BNSP.
Di dunia Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum yang penuh tantangan, sertifikasi ini tidak hanya mencerminkan keahlian Anda, tetapi juga menunjukkan komitmen terhadap perlindungan dan kualitas kerja.
Keuntungan Memiliki Sertifikat Kompetensi BNSP SERTIFIKAT IV BIDANG KANTOR DEPAN (GUEST SERVICES SUPERVISION) di KAB. PROBOLINGGO,JAWA TIMUR
Dapatkan 6 keuntungan utama yang akan mengubah karier profesional Anda dengan memiliki sertifikat kompetensi BNSP yang diakui secara nasional dan internasional.
Meningkatkan Rasa Percaya Diri Profesional
Sertifikat BNSP memberikan validasi resmi terhadap kemampuan Anda, meningkatkan kepercayaan diri saat melamar kerja atau menjalankan tugas. Fresh graduate mendapat nilai tambah di mata perusahaan, sementara karyawan tetap merasa lebih yakin dengan kompetensi yang telah teruji secara profesional.
Pengukuran Kemampuan yang Akurat
Melalui proses penilaian yang objektif dan terstandar, Anda dapat mengetahui tingkat kemampuan yang sesungguhnya. Hasil evaluasi membantu mengidentifikasi kekuatan yang perlu dipertahankan dan area yang membutuhkan peningkatan untuk pengembangan karier yang lebih terarah.
Akses Pengembangan Karier Global
Sertifikat Kompetensi BNSP SERTIFIKAT IV BIDANG KANTOR DEPAN (GUEST SERVICES SUPERVISION) di KAB. PROBOLINGGO,JAWA TIMUR diakui secara internasional, membuka peluang karier di perusahaan multinasional. Kredibilitas global ini memberikan akses lebih luas untuk pengembangan diri dan kesempatan berkarier di level yang lebih tinggi.
Kemudahan Seleksi Karyawan Berkualitas
Perusahaan dapat dengan mudah mengidentifikasi calon karyawan yang kompeten berdasarkan standar kompetensi yang jelas. HRD lebih efisien dalam proses rekrutmen, sementara kandidat tersertifikasi menunjukkan pemahaman mendalam terhadap bidang kerja sesuai standar industri.
Peningkatan Produktivitas Kerja
Pelatihan pra-sertifikasi memberikan pengetahuan tentang standar kerja terbaik, menghasilkan profesional yang lebih terampil dan telaten. Perusahaan memperoleh karyawan dengan produktivitas tinggi yang dapat diandalkan untuk mencapai target bisnis secara optimal.
Pengakuan Profesional dan Peluang Promosi
Sertifikasi BNSP menjadi bukti konkret profesionalisme Anda di mata atasan dan rekan kerja. Karyawan tersertifikasi memiliki peluang lebih besar untuk mendapat promosi, kenaikan gaji, dan tanggung jawab yang lebih strategis dalam organisasi.
Persyaratan Sertifikat Kompetensi BNSP SERTIFIKAT IV BIDANG KANTOR DEPAN (GUEST SERVICES SUPERVISION) di KAB. PROBOLINGGO,JAWA TIMUR
Untuk mendapatkan Sertifikat Kompetensi BNSP SERTIFIKAT IV BIDANG KANTOR DEPAN (GUEST SERVICES SUPERVISION) di KAB. PROBOLINGGO,JAWA TIMUR, Anda harus mengajukan beberapa macam dokumen supaya bisa mengikuti uji kompetensi dari lembaga sertifikasi. Pahami alur dan tahapan sertifikasi BNSP dan siapkan dokumen yang dibutuhkan dengan lengkap dan sesuai standar.
Dokumen Identitas
- • Fotokopi KTP atau kartu identitas yang berlaku
- • Pas foto ukuran 3×4 dengan background bebas sebanyak 2 lembar
- • Surat keterangan keaslian dokumen dari pihak berwenang
Dokumen Pendidikan & Karier
- • Fotokopi ijazah pendidikan terakhir yang telah dilegalisir
- • Curriculum vitae atau riwayat hidup terkini
- • Surat referensi dari perusahaan tempat bekerja
- • Deskripsi pekerjaan atau job description yang detail
Portofolio & Kompetensi
- • Contoh laporan pekerjaan yang disertai dengan portofolio lengkap
- • Fotokopi sertifikat yang telah expired (jika ada)
- • Dokumentasi pengalaman kerja di industri terkait
- • Persiapan untuk demonstrasi praktik kerja
Siap Mendapatkan Sertifikat Kompetensi BNSP?
Hubungi kami untuk mendapatkan panduan lengkap dan memulai proses sertifikasi BNSP SERTIFIKAT IV BIDANG KANTOR DEPAN (GUEST SERVICES SUPERVISION) Anda hari ini
Penting untuk Diperhatikan
Pastikan semua dokumen dalam kondisi asli dan legible. Dokumen yang tidak lengkap atau tidak sesuai standar dapat menghambat proses sertifikasi Anda. Tim kami siap membantu memverifikasi kelengkapan dokumen sebelum pengajuan.
Unit Kompetensi dari Sertifikat Kompetensi BNSP SERTIFIKAT IV BIDANG KANTOR DEPAN (GUEST SERVICES SUPERVISION) di KAB. PROBOLINGGO,JAWA TIMUR
Kompetensi SERTIFIKAT IV BIDANG KANTOR DEPAN (GUEST SERVICES SUPERVISION)
Kompetensi seseorang yang memegang sertifikat BNSP SERTIFIKAT IV BIDANG KANTOR DEPAN (GUEST SERVICES SUPERVISION), mencakup berbagai unit kompetensi yang melibatkan keterampilan dan pengetahuan yang penting dalam menjalankan tugas sebagai seorang SERTIFIKAT IV BIDANG KANTOR DEPAN (GUEST SERVICES SUPERVISION). Ada 36 unit kompetensi yang didefinisikan dalam sertifikat ini.
- D1.HOT.CL1.01: Bekerjasama Secara Efektif Dengan Pelanggan Dan Kolega
- D1.HOT.CL1.02: Bekerja Dalam Lingkungan Sosial Yang Berbeda
- D1.HOT.CL1.03: Menerapkan Prosedur Kesehatan Dan Keselamatan Kerja
- D1.HOT.CL1.05: Melakukan Prosedur Klerikal
- D1.HOT.CL1.06: Mengakses Dan Mendapatkan Data Berbasis Komputer
- D1.HOT.CL1.07: Berkomunikasi Melalui Telepon
- D1.HOT.CL1.08: Memelihara Pengetahuan Industri Perhotelan
- D1.HOT.CL1.09: Mengembangkan Dan Memperbaharui Pengetahuan Tentang Industri Pariwisata
- D1.HRS.CL1.06: Mengembangkan dan Memperbahurui Pengetahuan Lokal
- D1.HOT.CL1.10: Mempromosikan Produk Dan Layanan Kepada Pelanggan
- D1.HOT.CL1.11: Menangani Dan Menyelesaikan Situasi Konflik
- D1.HOT.CL1.12: Melakukan Prosedur Dasar Pertolongan Pertama
- D1.HOT.CL1.13: Melaksanakan Tugas Perlindungan Anak Yang Relevan Dengan Industri Pariwisata
- D1.HSS.CL4.01: Menciptakan Dan Menjaga Tempat Kerja Yang Aman Dan Aman
- D1.LAN.CL1.01: Berkomunikasi Secara Lisan dalam Bahasa Inggris pada Tingkat Operasional Dasar
- D1.HGA.CL6.12: Menggunakan Peralatan Dan Teknologi Bisnis Yang Umum
- D1.HFO.CL2.01: Menerima Dan Memproses Reservasi
- D1.HFO.CL2.03: Menyediakan Lauyanan Resepsionis Untuk Akomodasi
- D1.HFO.CL2.11: Menyediakan Layanan Informasi Pelayanan Hotel
- D1.HFO.CL2.09: Menerima Dan Meneruskan Telepon Masuk
- D1.HFO.CL2.12: Menyediakan Pelayanan Telepon Internasional
- D1.HFO.CL2.06: Melakukan Audit Malam
- D1.HFA.CL7.01: Memproses Transaksi Keuangan Penjualan
- D1.HGA.CL6.07: Menyusun Dokumen, Laporan, Dan Lembar Kerja Pada Komputer
- D1.HGA.CL6.08: Mendesain, Menyiapkan, Dan Menyajikan Berbagai Jenis Laporan
- D1.HRM.CL9.05: Memberikan Dukungan Profesional Kepada Kolega Bisnis
- D1.HRM.CL9.06: Memelihara Kualiltas Pelayanan Pelanggan/Tamu
- D1.HSS.CL4.02: Menjaga Keamanan Lokasi Dan Properti
- D1.HSS.CL4.07: Menangani Orang Mabuk
- D1.HSS.CL4.10: Merencanakan Dan Melaksanakan Evakuasi Lokasi
- D1.HHR.CL8.03: Melatih Keterampilan Kerja Untuk Orang Lain
- D1.HHR.CL8.06: Mengelola Sistem Asesmen Untuk Pelatihan
- D1.HSM.CL5.02: Merencanakan dan Menerapkan Aktivitas Penjualan
- D1.LAN.CL10.03: Berkomunikasi Dalam Bahasa Inggris Di Telepon
- D1.LAN.CL10.04: Menggunakan Bahasa Inggris Lisan Untuk Berdiskusi
- D1.LAN.CL10.08: Membaca Dan Menginterpretasikan Instruksi Dasar, Arah Dan / Atau Diagram
Contoh Sertifikat Kompetensi BNSP SERTIFIKAT IV BIDANG KANTOR DEPAN (GUEST SERVICES SUPERVISION)

Contoh Sertifikat Kompetensi BNSP SERTIFIKAT IV BIDANG KANTOR DEPAN (GUEST SERVICES SUPERVISION). (Nama Skema menyesuaikan)
Sertifikat Kompetensi BNSP SERTIFIKAT IV BIDANG KANTOR DEPAN (GUEST SERVICES SUPERVISION) memiliki format standar dengan berbagai informasi penting yang tercantum di dalamnya. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai setiap komponen yang terdapat dalam sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi.
Nomor Blangko Sertifikat
Nomor unik yang tercetak pada sertifikat sebagai identitas dokumen. Format nomor ini mengikuti sistem penomoran BNSP dan berfungsi sebagai kode verifikasi keaslian sertifikat yang dapat diperiksa melalui sistem database BNSP.
Data Pribadi Pemegang Sertifikat
Mencakup nama lengkap, nomor identitas (KTP/NIK), tempat dan tanggal lahir pemegang sertifikat. Informasi ini harus sesuai dengan dokumen identitas resmi dan digunakan untuk memastikan keabsahan kepemilikan sertifikat.
Skema Sertifikasi
Menyebutkan nama lengkap skema sertifikasi yang telah dicapai, kode skema, dan tingkat kualifikasi sesuai KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia). Ini menunjukkan bidang kompetensi spesifik yang telah diuji dan dikuasai.
Tanggal Penerbitan dan Masa Berlaku
Menunjukkan kapan sertifikat diterbitkan dan batas waktu berlakunya (umumnya 3 tahun). Tanggal ini penting untuk menentukan kapan perlu dilakukan resertifikasi atau perpanjangan sertifikat kompetensi.
Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)
Nama dan logo LSP yang mengeluarkan sertifikat, beserta nomor lisensi LSP dari BNSP. LSP adalah lembaga yang berwenang melaksanakan sertifikasi kompetensi pada bidang tertentu atas lisensi dari BNSP.
Unit Kompetensi
Daftar unit kompetensi yang telah dicapai dengan status "Kompeten", mencakup kode unit dan judul unit sesuai SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) atau standar internasional yang berlaku.
Tanda Tangan dan Stempel
Tanda tangan pejabat berwenang dari LSP (biasanya Direktur atau Ketua LSP) dan stempel resmi LSP sebagai pengesahan. Beberapa sertifikat juga menyertakan tanda tangan dari BNSP untuk validasi tambahan.
Fitur Keamanan
Berbagai elemen keamanan seperti watermark, hologram, kode QR untuk verifikasi digital, dan kertas khusus yang sulit dipalsukan. Fitur ini memastikan keaslian sertifikat dan mencegah pemalsuan dokumen.
Galeri Pelaksanaan Uji Kompetensi Oleh LSPKonstruksi.com
Dengan pengalaman lebih dari 500+ peserta yang telah berhasil meraih sertifikat kompetensi, kami telah dipercaya oleh berbagai institusi pendidikan dan pelatihan terkemuka di Indonesia untuk menyelenggarakan uji kompetensi berkualitas tinggi sesuai standar BNSP.
Peserta Tersertifikasi
Institusi Partner
Tingkat Kelulusan
Tahun Pengalaman
Uji Kompetensi Konstruksi
Universitas Negeri Padang
Mengapa Memilih Program Ini?
- Standar kompetensi sesuai SKKNI bidang konstruksi
- Asesor bersertifikat dan berpengalaman industri
- Fasilitas laboratorium lengkap dan modern
- Sertifikat diakui secara nasional
17 Peserta
Batch Februari 2025






Uji Kompetensi Teknisi Hidroponik
BPVP Bandung Barat
Keunggulan Program Hidroponik:
- Kurikulum terdepan teknologi pertanian modern
- Praktik langsung dengan sistem hidroponik terkini
- Kerjasama dengan industri agrikultur terpercaya
- Peluang kerja di sektor pertanian modern
15 Peserta
Batch Maret 2025






Dipercaya oleh Institusi Terpercaya
Universitas & Institut
Balai Pelatihan Kerja
Perusahaan Industri
"Kualitas pelayanan dan profesionalisme yang luar biasa dalam setiap penyelenggaraan uji kompetensi"
Tempat Uji Kompetensi Untuk Mendapat Sertifikat Kompetensi BNSP SERTIFIKAT IV BIDANG KANTOR DEPAN (GUEST SERVICES SUPERVISION)
Tempat Uji Kompetensi Untuk Uji Sertifikat Kompetensi BNSP SERTIFIKAT IV BIDANG KANTOR DEPAN (GUEST SERVICES SUPERVISION) di KAB. PROBOLINGGO,JAWA TIMUR berlokasi di Jl. Suroyo No.50 -52, Sukabumi, Kec. Mayangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur 67219 (TUK Sewaktu).
Peta Tempat Uji Kompetensi Untuk Uji Sertifikat Kompetensi BNSP SERTIFIKAT IV BIDANG KANTOR DEPAN (GUEST SERVICES SUPERVISION) di KAB. PROBOLINGGO,JAWA TIMUR
Kabupaten Probolinggo (disingkat Proling, Hanacaraka: ꦥꦿꦧꦭꦶꦁꦒ, Pegon: ڤراباليڠڮا, Hanzi: 龐越, pelafalan dalam bahasa Indonesia: ) adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kecamatan Kraksaan. Kabupaten Probolinggo merupakan salah satu kabupaten yang terletak di wilayah Oosthoek atau Tapal Kuda. Kabupaten ini dikelilingi oleh Pegunungan Bromo-Tengger, Gunung Lemongan dan Gunung Argopuro.
Kabupaten Probolinggo mempunyai semboyan "Prasadja Ngesti Wibawa". Makna semboyan: Prasadja berarti: bersahaja, blaka, jujur, bares, dengan terus terang, Ngesti berarti: menginginkan, menciptakan, mempunyai tujuan, Wibawa berarti: mukti, luhur, mulia. "Prasadja Ngesti Wibawa" berarti: Dengan rasa tulus ikhlas (bersahaja, jujur, bares) menuju kemuliaan.
Kabupaten Probolinggo adalah salah satu kabupaten yang terletak di pesisir utara Provinsi Jawa Timur. Berada pada posisi 112°50'–113°30' Bujur Timur (BT) dan 7°40'–8°10' Lintang Selatan (LS) dengan luas wilayah sekitar 169.616,65 Ha atau + 1696,17 Km2 (1,07% dari luas daratan dan lautan dari Provinsi Jawa Timur.
Dilihat dari geografisnya, Kabupaten Probolinggo terletak di lereng pegunungan yang membujur dari Barat ke Timur, yaitu gunung Semeru, Argopuro, Lemongan, dan pegunungan Bromo-Tengger. Selain itu, terdapat gunung lainnya seperti Gunung Bromo, Widodaren, Gilap, Gambir, Jombang, Cemoro Lawang, Malang dan Batujajar. Dilihat dari ketinggian berada pada 0-2500 m di atas permukaan laut dengan temperatur rata rata 27–30 derajat Celcius
Secara topografi Kabupaten Probolinggo mempunyai ciri fisik yang menggambarkan kondisi geografis, terdiri dari dataran rendah pada bagian utara, lereng-lereng gunung pada bagian tengah dan dataran tinggi pada bagian selatan, dengan tingkat kesuburan dan pola penggunaan tanah yang berbeda.
Untuk wilayah pegunungan terdiri dari Gunung Bromo, Widodaren, Gilap, Gambir, Jombang, Cemoro Lawang, Malang, Batujajar, Lemongam, Argopuro dan lain sebagainya.
Sedangkan jumlah sungai yang ada di wilayah Kabupaten Probolinggo antara lain terdiri dari Sungai Pekalen, Pancarglagas, Kresek, Kertosono, Rondoningo, Pendil, Gending, Banyubiru, Ronggojalu, Kedunggaleng, Laweyan, Legundi, Taman, Pandanlaras, Jabung, Kandangjati, Curahmenjangan, Klumprit, Kabuaran, Pinang, Paiton, Besuk, Bibis, Blobo, Besi, Bayeman, dan Patalan atau Paser. Sungai terpanjang adalah Sungai Rondoningo dengan panjang 95,2 Km, sedangkan sungai terpendek adalah Afour Bujel dengan panjang hanya 2 Km saja. Sungai-sungai yang mengalir di wilayah Kabupaten Probolinggo tersebut sangat dipengaruhi oleh iklim yang berlangsung tiap tahun.
Suhu udara di wilayah Kabupaten Probolinggo bervariasi berdasarkan tingkat ketinggian muka lahan, semakin tinggi suatu muka lahan semakin rendah pula rata-rata suhu udaranya, tetapi pada umumnya suhu udara di wilayah Kabupaten Probolinggo berkisar antara 18°–34 °C dengan tingkat kelembapan nisbi bervariasi antara 71%–83%. Kabupaten Probolinggo beriklim tropis basah dan kering (Aw) dengan dua musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Musim kemarau di kabupaten ini biasanya berlangsung pada periode Mei–Oktober dengan bulan terkering adalah Agustus. Sedangkan, musim hujan berlangsung pada periode November–April dengan bulan terbasah adalah Januari yang curah hujan bulanannya lebih dari 260 mm per bulan. Curah hujan tahunan di wilayah Kabupaten Probolinggo berkisar antara 1.100–1.700 mm per tahun dengan jumlah hari hujan bervariasi antara 80–120 hari hujan per tahun.
Jejak sejarah Kabupaten Probolinggo dapat dimulai dengan mempelajari Buku Negarakertagama. Empu Prapanca, Sang Pujangga Majapahit, dalam Pupuh XXXIV Negarakertagama menuliskan kalimat seperti ini:
Arddälawas/nŗpati tansah añanti mäsa, Solahnireŋ sakuwukuww atikaŋ linoyan, Ryyankätmirän hawan i lohgaway iŋ sumandiŋ, Boraŋ, baŋör, baŗmi tüt / hnu ńüny ańulwan.
Very long was the Prince yhere, all the time awaiting the month, All his doings in all the different manors, those were what he was absorbed in, At his departure he was taking his way trough Loh Gaway, trough Sumanding Borang, Banger, Baremi following the previous route westward.
Agak lama berhenti seraya beristirahat, mengunjungi para penduduk segenap desa, kemudian menuju Sungai gawe, Sumanding, Borang, Banger, Baremi lurus ke barat.
Pada Hari Kamis Pahing tanggal 4 September 1359, Prabu Hayam Wuruk memerintahkan rakyat Banger agar memperluas Banger dengan membuka hutan yang ada di sekitarnya yang selanjutnya akan dijadikan sebagai pusat pemerintahan. Banger selanjutnya mengalami perkembangan pesat seiring perkembangan zaman. Hal ini ternyata menarik perhatian dari Bre Wirabumi (Minakjinggo), Raja Blambangan yang berkuasa. Hingga pada akhirnya Banger dapat dikuasai oleh Bre Wirabumi. Bahkan Banger pernah menjadi kancah perang saudara antara Bre Wirabumi (Blambangan) dengan Prabu Wikramardhana (Majapahit) yang dikenal dengan “Perang Paregreg”.
Pada Tahun 1742, Ibukota Kartasura dikuasai pemberontak. Susuhunan Paku Buwono II, Raja Mataram pada saat itu, berada dalam pengasingan. Pada tahun 1743 dengan bantuan VOC, Ibukota Kartasura berhasil direbut kembali dari tangan pemberontak. Sebuah perjanjian sangat berat dibuat oleh Susuhunan Paku Buwono II sebagai imbalan atas bantuan VOC. Akhirnya, VOC mendapatkan hak penguasaan atas Cirebon, Priangan dan separuh bagian timur Madura, serta seluruh Pantai Utara Jawa, termasuk Banger.
Pada tanggal 18 April 1746, Kyai Djojolelono dilantik menjadi Bupati Banger pertama bergelar Tumenggung. Di kemudian hari, momentum inilah yang menjadi dasar penetapan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo. Bupati Djojolelono tercatat berkuasa selama 22 tahun, yang kemudian digantikan Kyai Djojonegoro sebagai Bupati Banger kedua pada Tahun 1768. Pada masa Bupati Djojonegoro inilah, tepatnya pada Tahun 1770 nama Banger diganti menjadi Probolinggo yang berarti sinar yang terang atau cahaya yang memancar.
Sebelum mengganti nama Banger menjadi Probolinggo, Kyai Djojonegoro menggelar do'a bersama. Tasyakuran kembul bujono, makan bersama rakyat, sehingga nama Probolinggo Insya Allah abadi sampai akhir nanti. Setelah itu, kehidupan masyarakat Probolinggo berjalan sesuai perkembangan zamannya.
Reformasi secara besar-besaran yang dilakukan pemerintah Hindia Belanda, khususnya di wilayah Jawa Timur yang dilaksanakan pada tahun 1928. Sesuai dengan keputusan resmi pemerintah Hindia Belanda, dengan Staatsblad 1925 No. 622, tentang Organisasi Administrasi (Bestuursorganisatie). Dengan merujuk staatsblad itu, pada tanggal 25 Mei 1928, pemerintah mengeluarkan Staatsblad 1928 No. 145, tentang Reformasi Administrasi Pemerintahan di Jawa Timur (Bestuurshervorming. Oost Java), yang berlaku sejak 1 Juli 1928. Isi pokok dari Staatsblad ini, adalah pembagian atau pemecahan wilayah karesidenan dan kabupaten di Jawa Timur.
1.) Kabupaten Probolinggo yang terdiri dari Kawedanan Probolinggo, Kawedanan Tongas, Kawedanan Dringu dan Kawedanan Tengger (Sukapura).
2.) Kabupaten Kraksaan yang meliputi Kawedanan Kraksaan, Kawedanan Paiton, Kawedanan Gending dan Kawedanan Gading (Wangkal).
3.) Kabupaten Lumajang meliputi Kawedanan Lumajang, Kawedanan Ranulemongan (Klakah), Kawedanan Tempeh dan Kawedanan Kandangan (Senduro).
Dari pembagian Kabupaten Probolinggo, maka kemudian lahirlah 2 kabupaten dan 2 bupati baru yang belum pernah dibentuk sebelumnya, yaitu Kabupaten Lumajang dan Kabupatem Kraksaan yang berlaku secara resmi pada tanggal 1 Januari 1929. Bupati Kraksaan yang pertama, Raden Tumenggung Djojodiprodjo, diangkat 1 Juli 1928. Bupati Lumajang yang pertama, Raden Tumenggung Kartoadiredjo, diangkat 1 Juli 1928.
Penghapusan atau pembubaran Kabupaten Kraksaan secara resmi dilakukan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1934, sesuai dengan Staatsblad 1934 No. 708, tentang pembubaran Kabupaten Kraksaan dan penggabungan kembali dengan Kabupaten Probolinggo (Opheffing van het Regentschap Kraksaan en de voeging van het gebied daarvan bij het Regentschap Probolinggo). Pembubaran ini berlaku secara resmi sejak 1 Januari 1935.
Setelah indonesia merdeka, pemerintah menetapkan Undang-undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pemerintahan Daerah Kabupaten di Jawa Timur. Dasar regulasi ini mengesahkan berdirinya Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan Pemerintah Kota Probolinggo. Pada Tahun 1950, Walikota Gatot, memimpin Kota Probolinggo, sedangkat Bupati M. Subandhi Hadinoto, memimpin Kabupaten Probolinggo. Sungguhpun demikian Pendopo dan pusat pemerintahan Kabupaten Probolinggo tetap berada di wilayah teritorial Kota Probolinggo.
Ketika seluruh Wilayah Nusantara dapat dipersatukan di bawah kekuasaan Majapahit tahun 1357 M (tahun 1279 Saka), Maha Patih Gajah Mada telah dapat mewujudkan ikhrarnya dalam Sumpah Palapa. Menyambut keberhasilan ini, Sang Maha Raja Prabu Hayam Wuruk berkenan berpesiar keliling negara. Perjalanan muhibah ini terlaksana pada tahun 1359 (tahun 1281 Saka). Menyertai perjalanan bersejarah ini, Empu Prapanca seorang pujangga ahli sastra melukiskan dengan kata-kata, Sang Baginda Prabu Hayam Wuruk merasa suka cita dan kagum,menyaksikan panorama alam yang sangat mempesona di kawasan yang disinggahi ini. Masyarakatnya ramah,tempat peribadatannya anggun dan tenang,memberikan ketentraman dan kedamaian serta mengesankan. Penyambutannya meriah aneka suguhan disajikan, membuat Baginda bersantap dengan lahap. Taman dan darma pasogatan yang elok permai menyebabkan Sang Prabu terlena dalam kesenangan dan menjadi kerasan.
Ketika rombongan tamu agung ini hendak melanjutkan perjalanan, Sang Prabu diliputi rasa sedih karena enggan untuk berpisah. Saat perpisahan diliputi rasa dukacita, bercampur bangga. Karena Sang Prabu Maha Raja junjungannya berkenan mengunjungi dan singgah berlama-lama di tempat ini. Sejak itu warga disini menandai tempat ini dengan sebutan "Prabu Linggih". Artinya tempat persinggahan Sang Prabu sebagai "Tamu Agung". Sebutan Prabu Linggih selanjutnya mengalami proses perubahan ucap hingga kemudian berubah menjadi "Probo Linggo". Maka sebutan itu kini menjadi Probolinggo.
Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Probolinggo dipilih melalui pemilihan umum yang dilaksanakan 5 tahun sekali. Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Probolinggo yang terakhir dilaksanakan, yaitu pada tahun 2024, dimenangkan oleh Muhammad Haris didampingi oleh Fahmi AHZ sebagai Wakil bupati.
Kabupaten Probolinggo terdiri dari 24 kecamatan, 5 kelurahan, dan 325 desa (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.103.442 jiwa dengan luas wilayah 1.696,21 km² dan sebaran penduduk 650 jiwa/km².
Dalam pelaksanaan pembangunan, berdasarkan kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah perlu diupayakan sistem pengelolaan penyelenggaraan pembangunan yang efisien dan efektif, dalam rangka pengembangan wilayah. Salah satu yang dapat dijadikan pegangan dalam mewujudkan keberhasilan pelaksanaan pembangunan daerah adalah mencapai keseimbangan laju pertumbuhan dan perkembangan antar wilayah, pemerataan hasil pembangunan serta kelestarian lingkungan hidup.
Kebijakan perwilayahan pembangunan di Kabupaten Probolinggo dibagi menjadi 2 (dua) Hierarkhi pusat pelayanan yang ada di wilayah Kabupaten Probolinggo, adalah sebagai berikut:
Hierarki I Kabupaten Probolinggo adalah Kota Kraksaan, yang merupakan pusat Wilayah Pembangunan I. Adapun wilayah kecamatan yang termasuk dalam wilayah pembangunan ini adalah Kecamatan Kraksaan, Kecamatan Pajarakan, Kecamatan Krejengan dan Kecamatan Besuk. Fungsi pengembangan utama sebagai pemerintahan, perkotaan, pendidikan, perikanan dan jasa.
Hierarki II adalah kota-kota lainnya yang menjadi pusat Wilayah Pembangunan II sampai Wilayah Pembangunan VI Kabupaten Probolinggo, yaitu:
Dengan berlakunya Undang-undang No. 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah, maka perkembangan di Probolinggo semakin cepat dan pesat, dimana Kota Probolinggo telah mampu berdiri sebagai Kota Madya dengan Ibu Kota Probolinggo, sedangkan Kabupaten Probolinggo yang semula ikon ibu kotanya adalah Probolinggo, kini harus bergeser dengan membentuk ibu kota sendiri yakni Kraksaan sebagai ibu kota kabupatennya.
Secara astronomis Kabupaten Probolinggo berada pada posisi 7′ 40′ sampai 8′ 10′ lintang selatan dan 111′ 50′ sampai 113′ 30′ bujur timur yang terbentang dari daerah barat keselatan mulai Kecamatan Tongas sampai Kecamatan Lumbang dan sebelah timur mulai Kecamatan Paiton hingga Kecamatan Gading serta Kecamatan Krucil diposisi arah tenggara yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Situbondo dan Jember, sedangkan wilayah kota madya terletak di bagian tengah sebelah utara. Luas wilayah Kabupaten Probolinggo (daerah pedesaan/rural area) 1.397,50 km2 dan luas wilayah Kota Madya Probolinggo (daerah perkotaan/urban area) 56,67 km2.
Dengan bentang alam yang cukup luas ini, maka tidak salah apabila Kraksaan dipilih sebagai tempat Ibu Kota Kabupaten Probolinggo, sehingga terpisah dengan Ibu Kota Kota Madya Probolinggo. Sebenarnya antara kabupaten dan kota madya berada pada jenjang yang sama. Perbedaan status daerah kabupaten dan kota dimaksudkan untuk memberikan penekanan pada kondisi masyarakat atau kawasan setempat. Daerah kabupaten dimaksudkan bagi masyarakat atau kawasan pedesaan (rural area) dan daerah kota dimaksudkan bagi masyarakat atau kawasan perkotaan atau urban area (Muluk, 2005:140).
Dengan adanya penekanan yang berpola pada perbedaan kawasan tersebut, maka dengan dipilihnya Kraksaan sebagai Ibu Kota Kabupaten Probolinggo secara psikologis, akan memberikan dampak positif bagi seluruh warga masyarakat kabupaten, karena ibu kota merupakan lambang kebanggaan tentang keberadaan suatu wilayah, dan sekaligus sebagai cermin bagi keberhasilan suatu pemerintahan.
Dipilihnya Kraksaan sebagai Ibu Kota Kabupaten Probolinggo ini tentunya secara internal beradasarkan pada pertimbangan kemampuan ekonomi, potensi daerah, sosial budaya, sosial politik, jumlah penduduk, luas daerah, dan pertimbangan lainnya, sedangkan secara eksternal untuk perubahan nama ibu kota dan pemindahan ibu kota daerah ditetapkan dengan peraturan pemerintah, maka dengan demikian apabila kedua faktor internal dan eksternal tersebut disatukan, Kraksaan akan lebih mampu dan berdiri sebagai sosok Ibu Kota Kabupaten Probolinggo yang baru dan sekaligus akan memberi harapan baru bagi warga Kota Kraksaan khususnya dan warga masyarakat Kabupaten Probolinggo pada umumnya dalam upayanya ikut membangun bangsa dan negara.
Kabupaten Probolinggo juga memiliki tempat wisata yang banyak diminati Wisatawan baik dari Dalam negeri maupun luar negeri. Berikut adalah nama-nama tempat wisata yang ada di Kabupaten Probolinggo:
Banyak yang beranggapan bahwa kawasan wisata Gunung Bromo sepenuhnya termasuk dalam wilayah administrasi kabupaten Malang. Padahal Gunung Bromo notabanenya masuk dalam wilayah administrasi kabupaten Probolinggo dan sebelah Barat Daya termasuk dalam wilayah kabupaten Pasuruan.
Dalam mitologi suku Tengger yang mendiami wilayah Bromo, tepatnya di Desa Ngadisari, Dsn. Cemorolawang, kecamatan Sukapura, kabupaten Probolinggo, terdapat sebuah upacara adat bernama upacara kasada (Yadnya Kasada). Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa.
Gunung Argopuro memiliki beberapa puncak, salah satunya adalah puncak Rengganis. Selain memiliki daya tarik khas puncak gunung, di Rengganis juga terdapat situs peninggalan zaman purbakala berupa teras berundak yang terdiri dari 3 komplek area dengan 5 bekas bangunan di dalamanya. Reruntuhan bersejarah itu dipercaya sebagai bekas reruntuhan kerajaan Dewi Rengganis.
Pulau Gili Ketapang adalah pulau di Selat Madura, jaraknya delapan kilometer dari bibir pantai Probolinggo, dan dihuni oleh mayoritas Suku Madura. Pulau Gili Ketapang mempunyai luas 68 hektar, dan bisa diakses melalui Pelabuhan Tanjung Tembaga. Konon dulu Pulau Gili Ketapang menyatu dengan Pulau Jawa, dan baru memisah setelah terjadi letusan Gunung Semeru yang dahsyat. Gili artinya mengalir, Ketapang adalah nama tempat tersebut.Di Gili Ketapang kita bisa snorkeling,melihat terumbu karang yang masih jernih dan pemandangan alam laut lainnya yang masih perawan. Hamparan pasir putih yang luas nan cantik membuat banyak pengunjung merasa kagum ketika berkunjung. Selain itu, pemandangan gunung yang sangat indah menambah sensai romantis ketika berkunjung ke tempat tersebut.
Ranu Segaran atau Danau Segaran terletak di Desa Segaran, Kecamatan Tiris. Ranu Segaran dapat ditempuh dari pusat Kota Probolinggo selama tiga puluh menit perjalanan. Jangan cemas, sepanjang perjalanan anda disuguhi pemandangan berupa pepohonan dan rangkaian pegunungan. Anda bisa sejenak singgah di Air Panas dalam perjalanan ke Danau Segaran. Ranu Segaran muncul akibat aktivitas vulkanik alias gunung berapi. Airnya masih bening, alam sekitaranya masih perawan. Pemandangannya syahdu melenakan hati. Perlu hati-hati biar anda tidak tertidur sampai malam di tempat asri ini.
Candi Jabung adalah Candi Hindu peninggalan kerajaan Majapahit. Meski hanya dari bata merah, candi Jabung terbukti mampu bertahan selama ratusan tahun. Menurut keagamaan, Agama Budha dalam kitab Nagarakertagama Candi Jabung di sebutkan dengan nama Bajrajinaparamitapura. Dalam kitab Nagarakertagama candi Jabung dikunjungi oleh Raja Hayam Wuruk pada lawatannya keliling Jawa Timur pada tahun 1359 Masehi. Pada kitab Pararaton disebut Sajabung yaitu tempat pemakaman Bhre Gundal salah seorang keluarga raja.
Air Panas Desa Tiris masih termasuk kompleks Ranu Segaran, tinggal melangkah 200 meter. Wisata Air Panas Desa Tiris masih alami, hanya ada tembok pemisah yang sangat sederhana. Belum ada sentuhan manusia yang lebih heboh.
Air Panas Desa Tiris bisa kita nikmati dari dekat, dan kita bisa merasakan kehangatannya. Ada air sungai yang jernih di sampingnya, dangkal sekali, cuma selutut, hingga tapak kaki kita kelihatan. Sekitar sungai adalah pepohonan yang rimbun. Dan di seberangnya adalah pemandangan alam yang asri dan bagus.
Air terjun Madakaripura terletak di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang. Air terjun Madakaripura masih termasuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Air terjun Madakaripura berbentuk ceruk yang dikelilingi perbukitan yang meneteskan air pada seluruh bidang tebingnya, tiga di antaranya mengucur deras dan membentuk air terjun lagi.Madakaripura bisa dicapai dari Probolinggo, bisa dari Malang. Kalau dari Probolinggo kita bisa ikut bus ke arah Tongas. Bilang saja mau ke air terju Madakaripura pada pak kondektur atau sopir. Anda akan berhenti di pertigaan Tongas. Lalu naik angkot. Jangan lupa nawar biar murah.
Sungai Pekalen hanya sejauh 25 kilometer dari Kota Probolinggo. Sungai Pekalen punya pemandangan yang indah, meski terdapat belokan yang bertebing dan juram,serta batu-batu berukuran besar. Sungai Pekalen ini mengalir di empat kecamatan, yaitu Tiris, Gading, Maron dan Pajarakan.
Makam Syekh Hasan Genggong atau Kompleks Pemakaman atau Maqbaroh Syekh Hasan Genggong adalah salah satu Mursyid Naqshabandi, Kholifah Pesantren Zainul Hasan Genggong Jawa. Kompleks yang terletak di Genggong Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo ini merupakan tempat persemayaman jasad Syekh Hasan Genggong atau yang bernama asli Muhammad Hasan. Selain jasad Syekh Hasan Genggong, kompleks ini juga bersemayam jasad-jasad keluarga seperti Syekh Zainal Abidin Maroko, istri-istri, dan putera-puterinya. Kompleks Makam Syekh Hasan Genggong ini adalah lokasi Pesantren Zainul Hasan Genggong yang didirikan oleh Syekh Zainal Abidin al-Maghrobi dari Maroko 1839 M.
Jumlah penduduk Probolinggo berdasarkan perhitungan BPS pada tahun 2008 sebanyak 1.092.036 terdiri atas 523.652 laki laki dan 568.384 perempuan. Dengan tingkat pertumbuhan penduduk sebesar 1.01%. Adapun tingkat kepadatan penduduk rata rata 644 Jiwa/Km2 dengan tingkat kepadatan tertinggi terjadi di Kecamatan Sumberasih. Dan tingkat kepadatan terendah terjadi di Kecamatan Sumber.
Penduduk kabupaten Probolinggo terdiri dari Suku Madura, Suku Jawa terutama Arekan dan Tengger yang keduanya merupakan penduduk paling awal Kabupaten ini. Bahasa daerah Madura dan Jawa juga mudah dijumpai di setiap wilayah, sehingga sangat umum masyarakat Probolinggo menguasai kedua bahasa daerah ini dengan baik. Kedua bahasa ini juga saling mempengaruhi sehingga memunculkan beberapa kosakata khas Probolinggoan. Hal serupa juga berlaku di daerah Jember, yang terkenal sebagai Pusat Budaya Pendalungan. Selain itu, juga terdapat Suku Tengger yang dipercaya merupakan sub-suku Jawa . Bahasa mereka sehari-hari adalah bahasa Jawa Tengger. Suku Tengger menghuni wilayah sekitar gunung Bromo-Semeru.
Mayoritas penduduknya beragama Islam 92,82%, Hindu 3,60%, Kristen 3,01%(Protestan 1,51%, dan Katolik 1,50%), Buddha 0,50%, Konghucu 0,04%, dan Kepercayaan 0,03%.
Wilayah Kabupaten Probolinggo adalah daerah pantai yang sangat asri seperti Kecamatan Tongas, Sumberasih, Dringu, Pajarakan, Kraksaan, Paiton dan terdapat Wisata Pantai Pasir Putih dengan Panorama Ikan dan Terumbu Karang. Sedangkan daerah pegunungan berpotensi untuk pengembangan sektor perkebunan dengan berbagai komoditinya.
Kabupaten Probolinggo mempunyai banyak objek wisata, di antaranya Gunung Bromo, air terjun Madakaripura, Pulau Giliketapang dengan taman lautnya, Pantai Bukit Bentar, Ranu Segaran, dan Sumber Air Panas yang terletak di Desa Tiris serta Candi Jabung yang mencerminkan kejayaan masa lalu. Selain itu Kabupaten Probolinggo memiliki bermacam-macam seni budaya khas, di antaranya Kerapan Sapi, Kuda Kencak, Tari Glipang dan Tari Slempang, Tari Pangore dan Seni Budaya masyarakat Tengger. Selain objek wisata dan keseniannya Kabupaten Probolinggo juga menghasilkan buah-buahan, sayur-sayuran serta hasil perkebunan lainnya.
Kabupaten Probolinggo memiliki sumber daya alam berupa tembakau, mangga, anggur, semangka, gula, pohon jati, udang, pasir, emas, tembaga, mangan, bijih besi, belerang/sulfur, dan ikan laut.
Transportasi di Kabupaten Probolinggo masih minim. Dulu, terdapat sebuah stasiun besar di Kraksaan yang bernama Stasiun Kraksaan, namun sejak tahun 1960, Stasiun tersebut ditutup.
Kebanyakan bus yang berada di Kabupaten Probolinggo melayani jurusan Situbondo, Jember, Banyuwangi, Malang, Surabaya, maupun Denpasar
Angkutan daerah di Kabupaten Probolinggo biasa dipanggil "kol". Angkutan ini biasanya berangkat dari Paiton menuju Kota Probolinggo, namun ada angkutan yang berangkat dari Situbondo
Sebagai salah satu kabupaten Probolinggo tentunya memiliki makanan dan minuman khas, beberapa makanan dan minuman khas Kabupaten Probolinggo yaitu:
Nasi Glepungan. Namanya cukup aneh, tetapi rasanya sangat lezat sekali. Nasi Glepungan biasanya terdiri dari ikan asin, lalapan, sambal pedas, nasi glepungan (sari-sari jagung), sayur kelor, tempe dan tahu penyet.
Keistimewaan dari sirup Pokak adalah tanpa bahan pengawet, bahan untuk membuat pokak masih alami dan mudah untuk didapat. Sirup Pokak dijual di pasar dan di swalayan di sekitar Probolinggo. Tetapi Sirup Pokak ini tidak bisa tahan lama, dikarenakan proses pembuatannya tidak memakai pengawet, lamanya hanya bertahan 1 minggu. Khasiat Sirup Pokak adalah dapat menghangatkan badan, meredakan sakit tenggorokan, dan lain sebagainya.
Selain makanan tradisional, Probolinggo juga banyak bergerak pada makanan kecil atau camilan khas Probolinggo. Salah satunya adalah keripiki Kentang, yang terbuat dari kentang segar dengan hasil yang renyah.
Hampir semua orang mengenal mangga Probolinggo, rasanya manis dan segar. Saat musim mangga bulan Mei-Oktober, mangga Probolinggo akan membanjiri pasar hingga ke kota-kota besar seperti Jakarta. Di luar Probolinggo harganya agak sedikit mahal ini karena ongkos kirim dibebankan pada pembeli, sedangkan di Probolinggo sendiri harganya murah sehingga banyak yang membawanya sebagai oleh-oleh. Terdapat 12 kecamatan sebagai sentra mangga antara lain di Kecamatan Tongas, Pakuniran, Gading, Maron, Banyuanyar, Besuk, Wonomerto, Paiton, Leces, Kotaanyar, Tegalsiwalan dan Krejengan. Varietas mangga yang dikembangkan antara lain Arumanis dan Manalagi. Mangga Probolinggo terutama varietas Arumanis sangat populer dan sudah dipasarkan di dalam negeri maupun di pasar internasional seperti Singapura. Selain mangga, di Probolinggo juga terdapat buah unggulan dan khas yaitu anggur. Di daerah tertentu, buah anggur juga tumbuh subur di pekarangan rumah penduduk. Salah satu daerah yang terkenal dengan kualitas anggur terbaik yaitu di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo. Buah anggur bahkan sudah diproduksi dalam bentuk jus anggur dari berbagai jenis yang berbeda, antara lain jenis Probolinggo Super, Prabu Bestari, Belgie dan Caroline Black Rose. Kota Probolinggo juga berhasil mengembangkan anggur dengan baik, khususnya jenis Prabu Bestari yang saat ini dikembangkan secara besar-besaran di Probolinggo. Prabu Bestari sendiri merupakan varietas hasil pengembangan dari jenis anggur Probolinggo Super. Bentuknya sedikit lebih besar dari Probolinggo Super, sementara cita rasanya lebih enak dan lebih manis.
Olok, adalah istilah yang digunakan oleh masyarakat Probolinggo untuk menyebut kepiting muda yang terdapat di pantai. Kepiting muda ini diolah dan diberi campuran udang dan bumbu. Kemudian dimasukkan lagi ke dalam cangkang kepiting yang berukuran besar. Cangkang dari kepiting muda ini masih lembut sehingga rasanya gurih. Probolinggo memang terkenal dengan kekayaan olahan lautnya, selain kepiting ada pula hidangan lain berbahan kerang simping. Kerang simping atau scallop ini sangat mudah ditemui di daerah pantai. Biasanya kerang simping ini memiliki cangkang yang lebar dan datar, umumnya disajikan sebagai hidangan pembangkit selera, yaitu sup simping. Kerang simping disajikan bersama wortel, kacang polong dan jagung manis sehingga menghasilkan cita rasa asin dan gurih. Menu unik lainnya yaitu gongseng ikan jenggelek. Cara memasaknya cukup sederhana, dengan bahan antara lain ikan jenggelek yang dipotong-potong, bawang putih, bawang bombay, lengkuas, cabe rawit, cabe besar merah, cabe besar hijau dan bumbu penyedap.
Makanan lain yang dapat dijumpai di Probolinggo adalah Oncer, dan ternyata Oncer ini masih banyak dijumpai di daerah Kecamatan Bantaran karena sebagian masyarakatnya masih mengkonsumsi Oncer. Makanan Oncer atau yang kerap disebut dengan sorghum atau jagung cantel. Sebagai lauknya yang khas yaitu mortes yang biasa disebut remis. Untuk Oncer, bisa juga diolah menjadi berbagai bahan makanan dan minuman. Untuk makanan pokok Oncer ini dijadikan nasi non beras dan rasanya juga tidak kalah dengan beras. Bisa pula diolah menjadi kudapan tape, selanjutnya dijadikan madu mongso,lupis dan mentuk. Untuk mimunan bisa dibuat menjadi dawet oncer dan cao oncer.
Selain dikenal sebagai Kota Angin dan Kota Mangga, Probolinggo juga dikenal sebagai Kota Anggur. Sekitar dekade 80-an, budidaya anggur ini sempat booming di Probolinggo. Di sepanjang jalan Mastrip Kelurahan Wonoasih, merupakan sentra anggur terbesar di Probolinggo. Ribuan pohon anggur terbentang sejauh mata memandang. Di kiri kanan jalan, buah anggur itu terjuntai mempesona di antara bambu-bambu yang menopangnya. Anggur-anggur itu menggoda siapa saja yang memandangnya, untuk segera memetik dan mencicipinya. Kualitas anggur Probolinggo sendiri tidak perlu diragukan lagi. Bentuknya segar, warnanya cerah, manis rasanya dan harum aromanya.
Banyak ditemukan di Kecamatan Kraksaan. Ibu kota Kabupaten Probolinggo. Soto Kraksaan memiliki ciri khas yang tidak dimiliki soto lain. yaitu kuahnya diberi santan tetapi tidak terlalu kental. Meski diklaim soto khas Probolinggo tetapi tempatnya di Kota Kraksaan atau kurang lebih 27 Km dari Probolinggo. Letak persisnya di sebelah masjid Krasaan Ar-Raudlah dan dekat alun alun kota Kraksaan.
Tari Glipang lahir di Desa Pendil, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo ini sudah lama dikenal masyarakat. Tari Glipang Berasal dari kebiasan masyarakat. Kebiasaan yang sudah turun temurun tersebut akhirnya menjadi tradisi. Pak Parmo yang merupakan cucu dari pencipta Tari Glipang ini mengatakan bahwa “Glipang” bukanlah nama yang sebenarnya dari tarian tersebut. Awalnya nama tari tersebut adalah “Gholiban” berasal dari bahasa arab yang berarti kebiasaan.
Ludruk merupakan suatu bentuk pementasan drama kehidupan yang disajikan dengan pendekatan kehidupan sehari-hari masyarakat Arekan Jawa Timur pada umumnya. Ludruk tumbuh dan berkembang hampir disemua daerah di Jawa Timur bagian Timur termasuk di daerah Probolinggo. Tampilan ludruk khas Probolinggo memiliki perbedaan dengan ludruk-ludruk lainnya, yakni pada bahasa yang dipakai Ludruk Probolinggo menggunakan bahasa Jawa Arekan yang di campur dengan bahasa Madura Pesisiran, baik dalam bentuk kidungan maupun dialog para pemainnya.
Petik Laut merupakan lomba balap perahu yang di adakan pada tanggal 15 bulan Sya’ban (15 hari sebelum puasa). Tradisi ini berasal dari masyarakat nelayan yang bertujuan untuk menyambut hadirnya bulan puasa.
Selain di KAB. PROBOLINGGO,JAWA TIMUR, Anda dapat mengikuti uji kompetensi ini di beberapa tempat pelaksanaan (TUK) lainnya:
-
Badung, Bali
-
Karangasem, Bali
-
Kota Tangerang, Banten
-
Kota Tangerang Selatan, Banten
-
Kota Serang, Banten
-
Tangerang, Banten
-
Lebak, Banten
-
Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta
-
Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
-
Kota Administrasi Jakarta Pusat, DKI Jakarta
-
Kota Administrasi Jakarta Selatan, DKI Jakarta
-
Kota Administrasi Jakarta Utara, DKI Jakarta
-
Kota Administrasi Jakarta Barat, DKI Jakarta
-
Kota Administrasi Jakarta Timur, DKI Jakarta
-
Administrasi Kepulauan Seribu, DKI Jakarta
-
Kota Gorontalo, Gorontalo
-
Kota Depok, Jawa Barat
-
Kota Bandung, Jawa Barat
-
Kota Cimahi, Jawa Barat
-
Kota Cirebon, Jawa Barat
-
Bekasi, Jawa Barat
-
Bandung, Jawa Barat
-
Bogor, Jawa Barat
-
Kota Bekasi, Jawa Barat
-
Kota Bogor, Jawa Barat
-
Bandung Barat, Jawa Barat
-
Karawang, Jawa Barat
-
Kota Semarang, Jawa Tengah
-
Karanganyar, Jawa Tengah
-
Banyumas, Jawa Tengah
-
Cilacap, Jawa Tengah
-
Kota Surakarta, Jawa Tengah
-
Banjarnegara, Jawa Tengah
-
Kab. Semarang, Jawa Tengah
-
Kota Magelang, Jawa Tengah
-
Kota Malang, Jawa Timur
-
Kota Pasuruan, Jawa Timur
-
Kota Surabaya, Jawa Timur
-
Kediri, Jawa Timur
-
Kota Batu, Jawa Timur
-
Banyuwangi, Jawa Timur
-
Kota Kediri, Jawa Timur
-
Probolinggo, Jawa Timur
-
Kota Madiun, Jawa Timur
-
Pamekasan, Jawa Timur
-
Nganjuk, Jawa Timur
-
Pasuruan, Jawa Timur
-
Kota Balikpapan, Kalimantan Timur
-
Kota Samarinda, Kalimantan Timur
-
Belitung, Kepulauan Bangka Belitung
-
Kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung
-
Kota Batam, Kepulauan Riau
-
Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau
-
Bintan, Kepulauan Riau
-
Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat
-
Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat
-
Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat
-
Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
-
Sumbawa, Nusa Tenggara Barat
-
Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur
-
Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur
-
Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur
-
Kota Pekanbaru, Riau
-
Kepulauan Meranti, Riau
-
Kota Makassar, Sulawesi Selatan
-
Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara
-
Kota Kendari, Sulawesi Tenggara
-
Kota Manado, Sulawesi Utara
-
Minahasa Utara, Sulawesi Utara
-
Kota Padang, Sumatera Barat
-
Kota Palembang, Sumatera Selatan
-
Kota Medan, Sumatera Utara
Hubungi Kami untuk konsultasi memilih Tempat Uji Kompetensi dalam mendapatkan Sertifikat Profesi BNSP SERTIFIKAT IV BIDANG KANTOR DEPAN (GUEST SERVICES SUPERVISION)
Tunggu Apalagi? Segera Hubungi Kami untuk konsultasi cara mendapatkan Sertifikat Profesi BNSP SERTIFIKAT IV BIDANG KANTOR DEPAN (GUEST SERVICES SUPERVISION)
Training/Pelatihan SERTIFIKAT IV BIDANG KANTOR DEPAN (GUEST SERVICES SUPERVISION)
Apakah LSPKonstruksi.com dapat memberikan Pelatihan atau Bimbingan Teknis (BIMTEK) Sertifikasi Kompetensi SERTIFIKAT IV BIDANG KANTOR DEPAN (GUEST SERVICES SUPERVISION)?
Tentu Saja! Kami dapat memberikan pembekalan pelatihan Bimbinga Teknis sebelum proses Sertifikasi Kompetensi BNSP SERTIFIKAT IV BIDANG KANTOR DEPAN (GUEST SERVICES SUPERVISION)
Hubungi Kami untuk Pelatihan atau Bimbingan Teknis (BIMTEK) Sertifikasi Kompetensi BNSP SERTIFIKAT IV BIDANG KANTOR DEPAN (GUEST SERVICES SUPERVISION) ini
Apakah bisa pelatihan dan sertifikasi inhouse? Tentu! Tersedia Pelatihan dan Sertifikasi Inhouse dengan syarat dan ketentuan berlaku. Segera Hubungi Kami untuk konsultasi cara mendapatkan Sertifikat Profesi BNSP SERTIFIKAT IV BIDANG KANTOR DEPAN (GUEST SERVICES SUPERVISION)
Beberapa Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan Terkait Sertifikasi & Uji Kompetensi
Pertanyaan Lainnya yang sering ditanyakan
- Apakah sertifikasi BNSP diakui secara internasional?
- Berapa biaya sertifikasi BNSP dan apakah ada subsidi?
- Bagaimana Cara Mengukur Kelayakan Portofolio Sebelum Mengajukan Sertifikasi?
- Apakah Sertifikasi Kompetensi Berlaku Seumur Hidup?
- Apa yang harus dilakukan jika gagal dalam uji sertifikasi BNSP?
- Bagaimana Cara Memilih Skema Sertifikasi yang Tepat?
- Apa yang Harus Dihindari Saat Uji Demonstrasi?
- Bagaimana cara sukses dalam mengikuti uji kompetensi sertifikasi BNSP?
- Apa syarat utama untuk mengikuti sertifikasi BNSP?
- Apa masalah umum dalam penulisan CV dan bagaimana mengatasinya?
Sertifikat Kompetensi BNSP Lainnya
Jika Anda bekerja di sektor Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum, khususnya bidang Penyediaan Akomodasi, maka Sertifikat Kompetensi BNSP SERTIFIKAT IV BIDANG KANTOR DEPAN (GUEST SERVICES SUPERVISION) di KAB. PROBOLINGGO,JAWA TIMUR adalah sertifikat yang perlu Anda pertimbangkan. Cek juga sertifikat profesi BNSP lainnya
Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) Konstruksi
Sertifikat Kompetensi BNSP Khusus Bidang Konstruksi Berstandar Nasional
Dapatkan sertifikat kompetensi konstruksi yang diakui secara nasional dan internasional. Sub Klasifikasi SKK Konstruksi LPJK yang telah terpercaya untuk mengembangkan karir profesional Anda di industri konstruksi Indonesia.
Mengapa SKK Konstruksi Penting?
Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) Konstruksi merupakan syarat wajib untuk bekerja di proyek konstruksi sesuai regulasi Kementerian PUPR dan LPJK. Tanpa SKK, Anda tidak dapat berpartisipasi dalam tender atau proyek konstruksi pemerintah maupun swasta.