Model-based Estimating

Model-based Estimating adalah metode perhitungan biaya konstruksi yang mengambil data kuantitas langsung dari model BIM dan menghubungkannya dengan basis data harga satuan. Teknik ini menggantikan metode tradisional yang mengandalkan pengukuran manual dari gambar 2D yang seringkali tidak konsisten. Di Indonesia, metode ini membantu perusahaan kontraktor untuk menyusun penawaran tender yang lebih kompetitif dan memiliki tingkat akurasi tinggi terhadap kebutuhan material aktual, sehingga mengurangi risiko kerugian akibat salah hitung volume.

Secara teknis, efektivitas estimasi berbasis model sangat bergantung pada kualitas data atau parameter yang dimasukkan oleh tim desain (LOD). Jika model tidak memiliki informasi material yang detail, hasil estimasi akan kurang valid. Oleh karena itu, kolaborasi antara departemen estimasi (QS) dan tim BIM sangat krusial dalam menentukan standar input data sejak awal proyek. Hal ini sejalan dengan dorongan pemerintah untuk mendigitalisasi sistem pengadaan barang dan jasa konstruksi guna mewujudkan proses tender yang lebih transparan, cepat, dan akuntabel di seluruh instansi negara.